Friday, August 26, 2011

Tangisan Seorang Gadis


Oleh: Riva Julianto



Seorang gadis menangis lirih
di antara amarah yang enggan
menampakan wujudnya.

Entah sudah berapa kali ia
memuntahkan gusarnya ke dalam
air matanya yang mengharu biru.
Meski telah kubuatkan senyuman baru,
tak mau juga ia menghentikan tangisnya.

Ah, biarlah ia menangis habis
karena angin yang bertiup sayup-sayup
siap menghirup kecut air matamu.



Cimanggis 1993

No comments:

Post a Comment