Oleh: Riva Julianto
Di sebuah taman makam pahlawan
yang terkucil dari keadilan, kulihat
seorang tua menyesali diri di dalam
kuburnya yang sepi. Mengapa ia dibiarkan
membeku di dalam kuburnya sementara anak-
cucunya malah menari-nari di atas nisannya ?
Mengapa saudara-saudaranya malah memakai
pakaian pesta saat berkabung bagi dirinya ?
Mengapa teman-temannya malah menaburkan
bunga-bunga layu ke pusaranya ?
Mengapa jasa-jasa yang tersemat kuat di dadanya
malah memberatkan peti matinya ?
Orang tua itu hanya terdiam saja,
kemudian menghitung lagi belatung
yang merayap di sekujur tubuhnya,
berkurang ataukah bertambah ?
Cimanggis 1993
No comments:
Post a Comment