Friday, August 26, 2011

Si Bocah


Oleh: Riva Julianto



Peluh itu pun luruh dari dekapan
resah seorang bocah yang sedang
penuh amarah hanya karena sesuap
nasi yang dicarinya sedari pagi
demi perut yang tak berisi.

Dalam harapannya yang limbung,
bocah itu meraung-raung
dirundung bingung yang tak kunjung
berujung. Kemakmuran dan kekayaan
yang jadi dambaannya harus pula
diusung dengan perut busung.

Si bocah menengadah, meminta-minta
berkah dari tuan-tuan kaya yang
sedang bersendawa di atas singgasananya.

Tuan-tuan kaya tidak mau terpedaya
oleh dusta bocah belia yang bisa-bisa
memangsa mereka jika kelak sudah dewasa.
Sama seperti mereka di kala muda.



                       Cimanggis 1993

No comments:

Post a Comment