Oleh: Riva Julianto
Arak-arakan ilmu tak satu juga terlihat
di ruang-ruang kuliah, sekolah dan rumah.
Di situ hanya ada pameran tentang kemajuan
kehidupan manusia.
Banyak orang mendengus-dengus tatkala tahu
bahwa di sekolah dipenuhi ilmu-ilmu berdebu
yang berserakan di meja dan rak reyot laboratorium
dan perpustakaan.
Ilmu-ilmu merasa pilu mendengar bunyi bertalu-talu
yang dibunyikan musik kehidupan di tengah-tengah
persaingan pelajar dan pengajar memperebutkan tempat
duduk terdepan.
Haruskah ilmu-ilmu itu dibuang ke ranjang sampah yang
siap menampungnya bila sudah tidak diingini lagi untuk digauli,
atau diloakkan saja ke pedagang kaki lima bila
memang masih dianggap berharga.
Cimanggis 28.1.1993
No comments:
Post a Comment