Oleh: Riva Julianto
Tergeletak seorang anak
di tempat yang tak layak
tidak bergerak
tidak beranjak
mengenyak semua mata padanya,
karena ia masih sangat muda
dengan seragam sekolahnya
yang bersimbah harus mencurah
jiwanya ke Yang Maha Kuasa.
( Di tepi jalan si anak bukan tertidur )
Sebuah sedan menabraknya pagi tadi
ketika ia sedang berjalan di tepi
jalan sambil bernyanyi-nyanyi Padamu
Negeri yang akan dikumandangkannya
pada upacara pagi. ( Di tepi jalan si anak bukan mendengkur )
Seragam putih-merahnya yang baru dibelikan
ibu di pasar murah kemarin, sekarang harus
bersimbah darah keluguannya. ( Di tepi jalan si anak terbujur )
Karena takut dihabisi dan masuk jeruji
si supir melarikan diri, hingga membuat
orang marah dan mencaci-maki melihat
seorang bocah telah mati.
No comments:
Post a Comment