Oleh: Riva Julianto
Timang-timang kamu tersayang
serasa angan malayang ke awang-awang
memilih awan putih yang berserakan,
mencubit langit biru yang senang mencumbu,
memetik ragam bintang yang berkunang-kunang.
Dunia jauh tak terjamah
gundah-gulana mengubah gairah
bagi hati yang sepi sendiri
ditemani musik-musik meniduri.
Indahnya mimpi akhirnya bertepi
seperti hari-hari yang terlewati
di akhir cakrawala cinta yang
menderai pasrah berkali-kali.
No comments:
Post a Comment