Friday, August 26, 2011

Jeritan Pengembara


Oleh: Riva Julianto



Kehidupan membutakan kedua mata pengembara
dengan segala tindak-tanduknya yang membuat
matanya selalu terluka, karena terantuk
pisau di pinggangnya.

Kemanakah kebenaran dan kebajikan yang dulu
mendengung-dengung di jiwanya? Sekarang hilang
sudah semuanya ditelan pencarian dan pengembaraannya
sendiri.

Ia datang seorang diri di tengah-tengah kerumunan
agama yang sedang berkoferensi, membicarakan kebenaran
maya dan nyata yang mereka dapatkan dari Tuhan Pencipta.
" Akulah jalan kebenaran," teriak si pengembara.
" Akulah keturunan setan dan tuhan. Kalian hanyalah
pendidik munafik," katanya lagi.
" Tak pernah kutampik jamuan setan dan tuhan."

Pengembara itu pun pergi lagi mencari kebenaran
dan kebajikan yang hilang dari jiwanya. Ia meninggalkan
kerumunan agama yang menghardiknya gila.



                                      Cimanggis 9.1.93

No comments:

Post a Comment