Oleh: Riva Julianto
Bapak ingin berpijak di pundak
Bapak ingin berpijak di pundak
sang anak yang punya harapan jamak
bagi keluarga yang telah terdepak
dari persaingan yang makin memuncak.
Berawal dalam benak, kemudian pikiran
itu menyeruak: uang milik anak-anak
ingin dipakai bapak untuk memelihara
ternak yang akan terus beranak-pinak.
Tidak seperti sawah bapak yang akhirnya
luluh-lantak karena harus dipermak
demi manusia-manusia tamak.
Bila sedang minum arak bapak akan galak
karena merasa kantongnya semakin cekak
diperas kebutuhan-kebutuhan yang makin
menanjak, yang mambuat bapak beranjak
dari keadaan yang sudah enak.