Monday, March 25, 2013

Jakarta, Racunmu Kuhisap

Oleh: Riva Julianto




Di udara kota Jakarta

Meliuk-liuk senyawa tanpa raga

Dihisap jutaan warganya

Siang dan malam


Tidak berhenti terus berproduksi

Tak ada nuansa

Tak ada rasa

Tak ada bau

Tak ada warna

Tak ada beda

Semua membutuhkannya


Jutaan warga Jakarta menghisap

Meneguk, menelan dan menyimpannya

Juga diperebutkan dan diperjual-belikan

Di hari tua jutaan warga Jakarta mati

Keracunan udara





Cimanggis 13 November 1995

Ketika Tahun Mengulang Tahun

Oleh: Riva Julianto




Ketika tahun berulang,

Ada sesuatu yang hilang.


Usia bertambah tua

Pikiran bertambah dewasa

Sikap bertambah bijak

Masa lalu bertambah jauh

Kehidupan bertambah mapan

Dan kematian bertambah dekat.


Tapi, mengapa semua tak berkurang sedikit pun?

Ah, ternyata aku telah terdampar di jaman yang salah.



Cimanggis 1995

Perbedaan Itu

Oleh: Riva Julianto




Kawula - Gusti

Majikan - Pembantu

Pekerja - Pengusaha

Tuan - Hamba

Rakyat - Penguasa

Kaya - Papa



Beda manusia:

siapa mencipta?

Semua luruh menjadi satu,

keras dan mengucurkan darah.




Cimanggis 1995

Sunday, March 3, 2013

Jari-jarimu

Oleh: Riva Julianto




Jari-jarimu tidak lagi menari lincah

di atas pena yang telah merenggut

manusia dari imajinasinya.

Jari-jarimu telah membumikan keserakahan

dan melangitkan kenyataan.


Tanah yang kau tunjuk

berubah menjadi puri-puri indah

dengan serpihan kehidupan

menghiasi lantai marmernya.



Cimanggis '95

Percintaan Segitiga

Oleh: Riva Julianto



Menjelang percintaan
Adalah kata-kata yang hilang
Jatuh ke dalam pencarian
Surga yang hilang.

Merenung seorang diri di dalam sepi
Menyusupi setiap tindakan,
Pikiran dan ucapan
Di depan dan belakang
Menangkapi makna-makna mendua
Menghabisi isi sukma
Mati di alam baka.

Percintaan segitiga
Kuasa, jiwa dan dosa
Mengayunkan langkah terbata-bata
Menjejak di tepi jurang neraka
Kaki tertinggal di surga dunia.



Cimanggis 28 okt'95