Sunday, November 4, 2012

Sebutir Kerinduan

Oleh: Riva Julianto




hujan yang akan datang

adalah rintik-rintik cahaya

yang jatuh ke bumi

dan kemudian pudar

ditelan kegelapan


indah nian

menjelang kematian

sebutir kerinduan

mengambang hanyut ke laut

tersangkut pada karang yang menjulang

dan ombak besar segera mencerai-beraikannya


Cimanggis 4.2.95

Di Pembaringan

Oleh: Riva Julianto




Di pembaringan yang koyak oleh pertempuran,

kau urungkan niatmu menghalau ksatria-ksatria

yang jalannya terbungkuk-bungkuk karena baju

zirahnya. Mereka hanya boneka yang kau

mainkan di kala senggang.


Di pembaringan itu kau nyatakan

keinginan yang pernah kau angankan : Terbujur

dengan dua kesadaran, mengikis habis masa lalu

dan mendatangkan khayalan ke dalam kenyataan.


Tetapi kini kau malah menghilang di antara

retorika tamu yang menjengukmu.


Di pembaringan kau lepaskan semua beban

yang memberimu kearifan. Tinggal kini hanya

tubuh kosong menyongsong kegelapan.


Cimanggis 13.1.1995

Tuhan Datang

Oleh: Riva Julianto




Ketika malam menyerap petang, siang yang

tadinya terang-benderang lari kalang kabut dengan menyebut

nama Tuhan. Keesokan harinya, saat malam yang lelap dalam

tidurnya, gelagapan mendengar teriakan "Tuhan datang bersama

siang".



Cimanggis 10.1.1995

Pencarian Sepasang Kaki

Oleh: Riva Julianto




Di persimpangan jalan

sepasang kaki memisahkan diri

setelah lelah menepuh perjalanan panjang,

mencari jejak tuan mereka yang hilang ditelan hujan.


Sepasang kaki dikawinkan bukan untuk menghakimi

melainkan untuk mencari secuil kehidupan

yang jatuh ke dalam kumbangan materi

yang mengotori perjalanan mereka.


Ketika tiba saatnya sembahyang,

kaki kotor dibasuh dengan air

yang menyejukan untuk kemudian

dikotori lagi dalam pencarian.


Cimanggis 1995

Seorang Perawan

Oleh: Riva Julianto




kududuk di atas impian seorang perawan

yang sedang menengadah ke arah langit.


entah apa yang dilakukannya ketika tahu

bahwa matahari ternyata seorang pria tampan

berbadan tegap siap menyergapnya. kulihat belahan

dada dan paha perawan ada di sela-sela awan

yang putih dan genit. ingin kulihat bintang-bintang segera

menodainya, tetapi sang perawan keburu

bunuh diri sebelum sepasang merpati sempat mencuri

keperawanannya.



Cimanggis, 7.12.94