Oleh: Riva Julianto
Kala bulan purnama mulai
menampakan dirinya,
sekelompok kelelawar
malah menutupnya dengan
sayap-sayapnya yang lebar
serta menggerogotinya
beramai-ramai. Manusia
menjadi takut melihat
bulannya direnggut. Bulan
purnama megap-megap
dibuatnya karena sinarnya
jadi percuma. Ia marah
dan melawan dengan
kekerasan.
Perkelahian tak
terhindarkan. Berhari-hari tak ada
lelahnya berkelahi sampai
akhirnya mereka mengalah. Mereka
berdua berikrar, bahwa
mereka takkan lagi
bertengkar hanya karena
memperebutkan gelar
pendekar malam.
No comments:
Post a Comment