Di pembaringan yang koyak oleh pertempuran,
kau urungkan niatmu menghalau ksatria-ksatria
yang jalannya terbungkuk-bungkuk karena baju
zirahnya. Mereka hanya boneka yang kau
mainkan di kala senggang.
Di pembaringan itu kau nyatakan
keinginan yang pernah kau angankan : Terbujur
dengan dua kesadaran, mengikis habis masa
lalu
dan mendatangkan khayalan ke dalam kenyataan.
Tetapi kini kau malah menghilang di antara
retorika tamu yang menjengukmu.
Di pembaringan kau lepaskan semua beban
yang memberimu kearifan. Tinggal kini hanya
tubuh kosong menyongsong kegelapan.
No comments:
Post a Comment