Sunday, November 4, 2012

Di Pembaringan

Oleh: Riva Julianto




Di pembaringan yang koyak oleh pertempuran,

kau urungkan niatmu menghalau ksatria-ksatria

yang jalannya terbungkuk-bungkuk karena baju

zirahnya. Mereka hanya boneka yang kau

mainkan di kala senggang.


Di pembaringan itu kau nyatakan

keinginan yang pernah kau angankan : Terbujur

dengan dua kesadaran, mengikis habis masa lalu

dan mendatangkan khayalan ke dalam kenyataan.


Tetapi kini kau malah menghilang di antara

retorika tamu yang menjengukmu.


Di pembaringan kau lepaskan semua beban

yang memberimu kearifan. Tinggal kini hanya

tubuh kosong menyongsong kegelapan.


Cimanggis 13.1.1995

No comments:

Post a Comment