Oleh: Riva Julianto
Seorang pelukis
mengeramkan amarahnya pada lukisan yang
telah dibuatnya, kerena
ternyata ada setitik noda yang
tidak ada dalam jiwanya,
menyusup diam-diam ke dalam
kanvasnya. Ia bertanya-tanya
dari mana datangnya noda.
Apakah berasal dari
nafasnya yang menghujam kanvas
saat ia asyik-masyuk
dengan kuasnya yang buas ?
Ataukah ia lupa bahwa
matanya pernah berkedip,
sehingga tidak tahu
sebuah batu telah menyelip
di antara warna-warna
yang dikaguminya ?
No comments:
Post a Comment