Oleh: Riva Julianto
Riak air danau memercikan
sinar
mata seorang wanita yang
kehilangan
cerminnya. Ia menjadi
gundah-gulana
karena tak tahu lagi apa
yang terjadi
dengan wajahnya.
Diseka mukanya yang penuh
peluh
dengan belaian lembut
tangannya.
Ia takut wajahnya berubah
jadi wabah
bagi dirinya. Ia bingung
siapakah
kiranya orang yang telah
mencuri
cerminnya. Apakah
orangtuanya yang
selalu menangkar hidupnya
dalam rumah,
atau mungkin juga
kehidupan sendiri yang tak mau
dirinya menemukan cermin
tempat ia berkaca?
Ingin ia kumpulkan semua
penderitaan yang
pernah dibuangnya ke
dalam danau kala
matahari senja ingin
diraihnya, dan ia pun
bergumul dengan lembayung
senja hingga
mengotori kemeja dan
celana jeansnya.
Segera ia tanggalkan
pakaiannya, kemudian
terjun ke dalam danau dan
menyelam
sampai dasarnya. Tak
ditemukannya juga
cermin yang membuatnya
terus bertanya-tanya
dan berusaha mencari
jawabnya sendiri :
Di manakah cerminku
berada ? Apakah ikan-ikan
yang tak mau pindah ke
daratan telah mengambilnya ?
Cimanggis 12.11.1993
No comments:
Post a Comment