Segelas wiski melepaskan
dendam
yang diurungkan
bertahun-tahun lamanya.
Ia pecahkan gelas penadah
saat goyangan kaki-kaki
lincah
mengguncang-guncang bumi
dengan riangnya.
Sesaat wiski itu menjadi kabut putih
menutupi matahari, karena
ia sedang
berada dalam slokinya
sesekali ditengguk
kehampaan mendalam.
Percikan-percikan wiski
jatuh membentuk pelangi
di pub, bar, diskotek,
karoke, amusent centre,
panti pijat, lounge dan
kamar-kamar hotel.
(desahan panjang mengisi botol-botol wiski kosong)
Sendawa seorang tuna wisma
sedang mengkais sampah
membuat mereka terkesima,
dan memuntahkan kehidupan
mapannya
ke dalam toilet.
Kalibata '94
No comments:
Post a Comment