Sunday, November 4, 2012

Wiski dan Kehampaan

Oleh: Riva Julianto




Segelas wiski melepaskan dendam

yang diurungkan bertahun-tahun lamanya.


Ia pecahkan gelas penadah

saat goyangan kaki-kaki lincah

mengguncang-guncang bumi dengan riangnya.


Sesaat wiski itu menjadi kabut putih

menutupi matahari, karena ia sedang

berada dalam slokinya

sesekali ditengguk kehampaan mendalam.



Percikan-percikan wiski

jatuh membentuk pelangi

di pub, bar, diskotek, karoke, amusent centre,

panti pijat, lounge dan kamar-kamar hotel.
(desahan panjang mengisi botol-botol wiski kosong)


Sendawa seorang tuna wisma

sedang mengkais sampah

membuat mereka terkesima,

dan memuntahkan kehidupan mapannya

ke dalam toilet.


Kalibata '94

No comments:

Post a Comment