Kepergian seorang anak
hilang
menguak banyak kerinduan
di dalam bungkusan kumal,
bekal yang dibawa dari
masa kecilnya.
Rumah yang ingin
dijamahnya
hanyalah gundukan tanah
dengan nisan yang
bertuliskan
Selamat Datang. Berbagai
pujian
dan pengharapan disambut
ilalang
yang tumbuh di atasnya
dan segera
mengajaknya pulang.
Keluarga yang
ditinggalkannya
tak mau peduli lagi,
karena ia
ingin mencari angin malam
yang menggodanya setiap
hari
kala sedang membunuhi
mimpi-mimpi
di atas tempat tidurnya. Ajal
yang yang dulu berjanji
sehidup-semati
tak mau membawanya pergi
dari tempat yang ia
tiduri kini.
Akhirnya kisah
kepergiannya itu ia ceritakan
pada kunang-kunang yang
berdendang
dengan cahayanya
sepanjang malam.
Cimanggis 3.12.1993
No comments:
Post a Comment