Oleh: Riva Julianto
Seorang bocah kecil
sangat gembira sekali menerima surat dari
bapak yang tak pernah
pulang menjenguknya.
Dibacanya surat itu
dengan penuh tanda tanya, karena ternyata
di dalam surat itu ada
gambar tangan sang bapak yang jarinya
tak lagi lima. Kata sang
bapak dalam surat
jari itu didapatinya
ketika ia sedang merasa khawatir pada
kegetiran yang terus saja
menggauli masa depannya.
Bagi bapak kelima jarinya
hanyalah kepalan tangan
yang tak mampu meninju
angan-angan di kepalanya.
Cimanggis 13.11.1993
No comments:
Post a Comment