seorang yang hidup
berkurangan ingin meminjam
bayang-bayang temannya.
( bayang-bayang yang ditakutinya adalah bayang-
bayangnya sendiri )
di sebuah restoran
ternama, ia undang temannya
makan bersama. dengan
memasang muka penuh air mata,
ia bercerita penderitaan
yang dialaminya dan memohon dapat
pinjaman bayang-bayang
darinya.
dengan hati iba dan penuh
keraguan, sang teman
mengeluarkan
bayang-bayangnya. lalu diberikannya
bayang-bayang itu dengan
hati penuh kearifan dan
kekecewaan, karena
ternyata bayang-bayang itu dipakai untuk
mengganti kehidupan yang
baru yang baru saja
dialaminya.
Cimanggis 13.11.1990
No comments:
Post a Comment