Oleh: Riva Julianto
Sebuah selokan pembuangan
air di bawah rumah milik
manusia adalah usaha
manusia membuang semua kesalahannya di
dunia. Tiba-tiba hujan
pun turun hingga membuat
usahanya sia-sia karena
lubang selokan menjadi bimbang, tak
tahu mana yang harus
didahulukan, kesalahan manusia ataukah
anugerah Tuhan ? Lalu ia
menadahkan tangannya pada hujan yang
mengguyurnya. Diminumnya
air hujan
agar jiwanya bisa
mengalir ke rumah-rumah yang mau menerimanya.
Badannya penuh bercak
limbah kesalahan
yang dibuang rumah-rumah
kepadanya.
Rumah-rumah milik manusia
itu tak tahu harus membuang
ke mana kesalahan yang
dibuahkan dan dipetik
penghuninya. Ia hanya
tahu melindungi dan
meniduri tuannya.
No comments:
Post a Comment