Oleh: Riva Julianto
Betapa menyedihkan
melihat anggota badan
anak-anak kita
diperebutkan orangtuanya.
Tubuh mereka berserakan
di setiap sudut
ruangan rumah yang
tinggal kerangkanya
saja. Tangan-tangan
mereka berusaha
mencari sendiri badannya
yang terpisah
di tempat pembuangan
sampah. Kaki mereka
berjalan tak tentu arah,
bahkan tak mau
diperintah orang tuanya.
Mata mereka hanya
mau melihat semua
kenikmatan yang tidak bisa
didapatkannya jika kelak
dewasa. Kuping mereka
hanya bisa mendengar
kebisuan suara hati yang
telah tertambat di
kehidupan malam. Mulut mereka
terus berbicara tentang
kebanggaan menjadi pahlawan.
No comments:
Post a Comment