Sunday, November 4, 2012

Menjadi Pahlawan


Oleh: Riva Julianto




Betapa menyedihkan melihat anggota badan

anak-anak kita diperebutkan orangtuanya.

Tubuh mereka berserakan di setiap sudut

ruangan rumah yang tinggal kerangkanya

saja. Tangan-tangan mereka berusaha

mencari sendiri badannya yang terpisah

di tempat pembuangan sampah. Kaki mereka

berjalan tak tentu arah, bahkan tak mau

diperintah orang tuanya. Mata mereka hanya

mau melihat semua kenikmatan yang tidak bisa

didapatkannya jika kelak dewasa. Kuping mereka

hanya bisa mendengar kebisuan suara hati yang

telah tertambat di kehidupan malam. Mulut mereka

terus berbicara tentang kebanggaan menjadi pahlawan.


Cimanggis 25.10.1993

No comments:

Post a Comment