Sunday, November 4, 2012

Sebuah Percakapan Tentang Surga Yang Hilang

Oleh: Riva Julianto




Percakapan dua orang manusia di meja makan

sebuah rumah tua telah menggelapkan awan-awan

yang tadinya hanya mau meneduhkan pembicaraan

soal percintaan.


Kemudian gerimis hujan yang turun,perlahan merubahnya jadi

hujan deras peradaban yang penuh dengan

kemunafikan.


Setelah hujan reda dan matahari menampakan sinarnya lagi,

percakapan dilanjutkan dengan obrolan tentang arah tujuan

kepulangan mereka ke kampung halaman yang jauh dari kehidupan

jual beli kebenaran, karena kampung halaman mereka adalah

hutan-hutan perawan, keluguan orang-orang pedalaman dan

pemujaan pada alam.

(Percakapan diakhiri dengan perkenalan di antara
 mereka berdua)



Salah seorang mengutuk Hawa yang karenanya manusia jadi

purba. Yang seorang lagi mengutuk Adam yang karenanya manusia

merasa berdosa, membiarkan Hawa makan apel setan. Mereka

berdua sadar, bahwa mereka adalah manusia

yang sedang bercakap-cakap tentang kerinduan hidup kembali di

alam surga.


Cimanggis 31.12.1993

No comments:

Post a Comment