Percakapan dua orang
manusia di meja makan
sebuah rumah tua telah
menggelapkan awan-awan
yang tadinya hanya mau
meneduhkan pembicaraan
soal percintaan.
Kemudian gerimis hujan
yang turun,perlahan merubahnya jadi
hujan deras peradaban
yang penuh dengan
kemunafikan.
Setelah hujan reda dan
matahari menampakan sinarnya lagi,
percakapan dilanjutkan
dengan obrolan tentang arah tujuan
kepulangan mereka ke
kampung halaman yang jauh dari kehidupan
jual beli kebenaran,
karena kampung halaman mereka adalah
hutan-hutan perawan,
keluguan orang-orang pedalaman dan
pemujaan pada alam.
(Percakapan diakhiri dengan perkenalan di antara
mereka berdua)
Salah seorang mengutuk
Hawa yang karenanya manusia jadi
purba. Yang seorang lagi
mengutuk Adam yang karenanya manusia
merasa berdosa,
membiarkan Hawa makan apel setan. Mereka
berdua sadar, bahwa
mereka adalah manusia
yang sedang
bercakap-cakap tentang kerinduan hidup kembali di
alam surga.
Cimanggis 31.12.1993
No comments:
Post a Comment