Oleh: Riva Julianto
Otot-otot adalah hidup dan nafasku.
Mereka selalu menemaniku ke mana pun
aku pergi mencari lauk-pauk dan nasi
di atas jalan, di konstruksi bangunan
atau juga di kolong-kolong kehidupan.
Otot-ototku setiap hari bertambah besar
seiring makannya yang lahap bila melihat
batu, kawat dan cat di dalam restoran
yang menawarkan jajanan ala barat.
Selama ini otot-ototku tak pernah ngotot
minta keselamatan jiwa pada diriku ini,
karena lama merasa bahagia bisa dipakai
untuk menambal lubang nyawa yang bocor
tertimpa beton penyangga kehidupan yang
berton-ton beratnya.
Sekarang otot-ototku sudah semakin tua
tak punya tenaga untuk mengangkat harkat
yang jatuh ke dalam kantong-kantong para
konglomerat dan pejabat negara.
Cimanggis 1.2.1993
No comments:
Post a Comment