Oleh: Riva Julianto
Percik air mengalir lamat-lamat
bulir padi menggulir semangat
saat menunggu datangnya riang
yang terbakar matahari siang.
Kemuning padi melengking,
meneriakan senyum tersungging
di bibir petani di pematang
yang sedang menuai tawa dan candanya
di sela-sela derai air pancuran.
Panen sudah datang sekarang,
ingin padi segera ditebang dengan parang
agar cepat masuk ke dalam lumbung
buat nanti hari tak berujung.
Sambung hari dengan jari
sawah dan ladang berganti industri
Dewi Sri pun menyingkir ke pinggir
berteman syair para penyair
yang ingin rasakan semilir memori.
Cimanggis 12.11.993
No comments:
Post a Comment