Oleh: Riva Julianto
Jakarta sedang gerah.
Warganya tak lagi ramah.
Mereka hanya punya sumpah
serapah yang melimpah
karena hidupnya susah
karena baunya sampah
karena upahnya rendah
karena tak punya rumah
karena sempitnya tanah
karena semua serakah,
semua ingin hidup mewah.
Jakarta sedang sekarat.
Banyak usaha konglomerat
banyak yang hidup melarat
banyak mode dari barat
banyak perbuatan maksiat
banyak yang jadi penjahat
banyak tingkah dibuat-buat
banyak hati tertutup rapat
banyak lingkungan tidak sehat
karena banyak tekanan berat.
Jakarta sedang bergejolak
melihat pemimpin terbahak-bahak
pekerja-pekerja menjadi muak
karena kantong semakin cekak.
Jakarta semakin rancak yang juga
dianggap kocak, melihat lalu-lintas
acak meski tak ada lagi becak.
Demoralisasi semakin tersibak
tetapi juga dianggap layak bagi
sebuah kota yang mengundang decak
dan menguak banyak syak.
Cimanggis 7.2.1992
No comments:
Post a Comment