Thursday, August 25, 2011

Mematung


Oleh: Riva Julianto




Suatu malam di taman kehidupan kota Jakarta,

kupanjatkan doa kepada patung-patung yang berdiri

gagah perkasa. Dalam doa kutanya: Mengapa jantungnya

tidak memompa darah dari dalam tanah saja, dari pada

harus diinfus darah milik tunamanusia yang sering

terlena dalam pelukannya ?


Patung-patung itu serentak terhenyak, karena tak

pernah seorang pun bertanya dalam doanya kepada mereka

tentang jantung dan darah yang mereka punya. Sekalipun

mereka beranjak dari tempat mereka mematung, takkan mau

mereka bicara soal jantung dan darah yang membedakan

mereka dengan manusia.




Cimanggis 1993

No comments:

Post a Comment