Oleh: Riva Julianto
Manusia merasa lega karena penantian
akhirnya sirna juga, ditarik kereta
kehidupan yang menjejal semua impiannya
dalam gerbong. Saat roda besi menggemeretak,
berdetak pula deritanya yang terhela bersama
caci-makinya pada waktu yang selalu menghalanginya.
Perjalanan dengan kereta kehidupan adalah
suka-dukanya melihat sekumpulan petani
mencari sawahnya yang hilang ditumbuhi
ilalang dan belukar.
Perjalanan dengan kereta kehidupan adalah
suka-dukanya melihat sekumpulan bocah
menengadah meminta-minta sedekah buat
adik yang digendongnya.
Perjalanan dengan kereta kehidupan adalah
suka-dukanya melihat ibu rumahtangga yang masa
bodoh dengan kenyataan kepergian suami dan
anak-anaknya ke negeri sepi.
Hiasan kereta kehidupan tak lebih dari
sekedar perjuangan yang telah berakar.
Cimanggis 27.6.1993
No comments:
Post a Comment