Oleh: Riva Julianto
Pohon yang meranggas meninggalkan
bekas jejak, bahwa dulu pernah
berdiri tegak sebuah tonggak
di atas tanah ini.
Sejuk udara menyegarkan bumi
besar batang menopang bumi
harum bunga mewangi bumi
segar buah merekah bumi
hijau daun merona bumi.
Diteguknya hujan untuk berikan
penduduk kehidupan, merelakan
dirinya ditebang untuk berikan
penduduk papan, mendiamkan dirinya
dibakar untuk berikan penduduk
pemukiman.
Oson tidak rela pohon dihina,
maka membukalah ia bagi bumi manusia
agar sadar tidak lagi memudar.
Tetapi keangkuhan menusia berkata:
" Tutup saja dengan rekayasa, buka-tutup
hal biasa dalam dunia manusia yang
penuh dinamika."
Pohon dan oson akhirnya memohon
agar jangan dilupakan pertautan
yang sudah bertitah tanpa horison
bahwa mereka penyayang kehidupan.
Cimanggis 16.1.1993
No comments:
Post a Comment