Oleh: Riva Julianto
Rasa yang menggelora jagat raya
memeras duka terdalam seorang hina
hingga tak lagi bernuansa di antara
kata-kata yang diucapkannya.
Takut yang mengendapkannya dalam
kepasrahan tidak juga meresap
ke dalam jiwa dan badannya yang rentan.
Pecah sudah segala angan-angan yang
sejak lama ditahannya, karena lama
dipendam dalam ruang pikiran yang
membuatnya meradang dan mengerang.
Kini yang tertinggal hanyalah
kesunyian yang lama didambanya
dalam cinta membara di antara
siksa-siksa raga dan jiwanya.
Cimanggis 1992
No comments:
Post a Comment