Friday, August 26, 2011

Sajak Kernet Dan Supir


Oleh: Riva Julianto



Di jalan raya, jeritan seorang manusia
melabrak orang-orang yang sedang menunggu
datangnya kehidupan di atas roda-roda mobil
angkutan.
( bertumpahan semua isi raga dan jiwanya
 di atas jalan yang penuh kekerasan badan )

Gemerincing uang logam dalam genggaman turut
pula memeriahkan suasana hiruk-pikuk para penumpang
yang ketakutan melihat goncangan  dan laju kendaraan.
Panasnya sinar matahari dan dinginnya malam tidak juga
membakar dan membekukan tulang yang perlahan berubah
hitam legam, karena lama dipendam dalam kecemasan meraup
setoran di dompet dan kantong para penumpang.

Dijabatnya erat-erat tangan aparat polisi, karena merekalah
penjaga karat-karat rambu lalu-lintas.



Cimanggis 30.1.1993

No comments:

Post a Comment