Oleh: Riva Julianto
Sorak-sorai khidmat kemenangan,
menandai jawaban ketidakpastian
yang penuh dengan peluh jiwa manusia rapuh.
Terang kebenaran yang diagung-agungkan
kembali muncul di akhir bulan,
kala hujan sedang berduaan
dengan makian kaum pinggiran.
Keadaan badan tanpa pakaian tak
lagi jadi beban pikiran, karena
dipenuhi buaian kebenaran.
Malam kelahiran kebenaran tak
terasa jadi kebahagiaan jika
hati tak lagi dielukan oleh hidup
yang cuma permainan.
Cimanggis 1992
No comments:
Post a Comment