Oleh: Riva Julianto
Terbetik cerita tentang seorang pujangga
di dalam kumpulan kisah-kisah perlawanan
manusia menentang kempanan dirinya.
Sang pujangga mati bunuh diri di kamarnya yang
sunyi dan sepi. Di tangannya tergenggam
sebilah belati yang dipakai untuk membuka
isi hatinya. Ingin ia mencari cerita tentang
diri dan dunia yang membuatnya bertanya-tanya.
Isi hatinya telah merengkuh jiwa dan dunia
untuk menguburkannya ke dalam kehidupan
nyata cerita yang tak pernah
menampakan akhirnya yang pasti.
Banyak sudah buku dan tulisan
menyaksikan dirinya memotong,
membelah dan mengiris stipis mungkin
cerita yang ada dalam hatinya.
Cimanggis 1993
No comments:
Post a Comment