Ketika hatiku mati,
setetes darah adalah
petuah yang diucapkan
bibir merah kepada gairah
yang latah.
Ketika hatiku mati,
jari-jemari yang lepas
dari tanganku
mengutuk dunia jelata.
Ketika hatiku mati,
kerinduan dalam bungkusan
kain kafan
tersingkap oleh kesopanan.
Ketika hatiku mati,
jarak yang tadinya begitu
dekat
menjadi hitam pekat.
Entah ke mana cahaya terang
pergi.
Cimanggis 1995
No comments:
Post a Comment