Friday, February 14, 2014

Jendela Dan Anak Tangga

Oleh: Riva Julianto



Di antara anak tangga yang menganga,
dua sela tak ada isinya.
Cuma ruang hampa
dan jejak kaki yang mendua.

Ketika kaki melangkah
terinjak bayangan entah siapa.
Ia menjerit pada gelap,
meraung-raung serta meronta-ronta.

Pandangannya menjadi hitam seketika.
Jendela yang telah menutup rapat,
lamat-lamat menambah pekatnya hitam
yang telah menguasai malam.



Cimanggis 1995

No comments:

Post a Comment