dua sela tak ada isinya.
Cuma ruang hampa
dan jejak kaki yang
mendua.
Ketika kaki melangkah
terinjak bayangan entah
siapa.
Ia menjerit pada gelap,
meraung-raung serta
meronta-ronta.
Pandangannya menjadi hitam
seketika.
Jendela yang telah menutup
rapat,
lamat-lamat menambah
pekatnya hitam
yang telah menguasai
malam.
Cimanggis 1995
No comments:
Post a Comment