Sunday, February 16, 2014

Bunga Dan Kupu-Kupu

Oleh: Riva Julianto



Sekuntum bunga mengharap seekor kupu-kupu
hinggap dan menghisap madunya.

Ia rela menjadi layu ketika tahu,
bahwa itu cuma peristiwa alam biasa.
Tak ada kata cinta yang bisa diceritakannya
kepada kuncup bunga yang belum juga dewasa.

Seekor kupu-kupu kehilangan jejaknya
ketika harus kembali pulang menjadi ulat.
Maka jadilah ia ulat yang lahap,
memakan dedaunan yang hijaunya makin lindap.





Margonda 1995

No comments:

Post a Comment