Sekuntum bunga mengharap
seekor kupu-kupu
hinggap dan menghisap
madunya.
Ia rela menjadi layu
ketika tahu,
bahwa itu cuma peristiwa
alam biasa.
Tak ada kata cinta yang
bisa diceritakannya
kepada kuncup bunga yang
belum juga dewasa.
Seekor kupu-kupu
kehilangan jejaknya
ketika harus kembali
pulang menjadi ulat.
Maka jadilah ia ulat yang
lahap,
memakan dedaunan yang
hijaunya makin lindap.
Margonda 1995
No comments:
Post a Comment