Saturday, February 15, 2014

Angin Batu

Oleh: Riva Julianto




Deru angin yang membatu

meretakan dinding kesunyian itu

hingga terlihat jelas garis kehidupannya


dipecahkannya kebisuan satu per satu

sampai hilang arti ketiadaan

di antara mata yang mengamatinya


tak, tik, tak, tik, tak

angin-angin berjatuhan merdu mendayu-dayu

seraya mengusik keharmonisan yang terkantuk-kantuk

menjaga singgasananya





Depok, 19.2.95

No comments:

Post a Comment