Wednesday, October 10, 2012

Yogyakarta

Oleh: Riva Julianto





Wajahmu tak lagi manja oleh desiran

kereta kuda para priyayi dan raja jawa.

Kini tampak kian berbeda setelah kereta
_
kuda berganti baja beroda yang lebih berwibawa.


Pesonamu yang bercampur dengan gaya dunia hanyalah

goresan-goresan  di atas kaleng bekas coca-cola.

Keramahanmu dijajakan pula di pinggir jalan Malioboro.

Manusia-manusianya juga bercanda ria dengan kehidupan

metropolitan yang penuh dengan perlombaan dan kelicikan.

Wisata membayarmu dengan kartu-kartu kredit, cek-cek dan

segala macam uang yang kau anggap pengganti dewa lama.



Wahai Yogyakarta, maukah kau menjadi kota dunia yang

hilang semua kehidupanmu di masa muda ? Apakah kau merasa

rendah di antara manusia kota ?


Yogyakarta 5.12.1992

No comments:

Post a Comment