Wajahmu tak lagi manja
oleh desiran
kereta kuda para priyayi
dan raja jawa.
Kini tampak kian berbeda
setelah kereta
_
kuda berganti baja beroda
yang lebih berwibawa.
Pesonamu yang bercampur
dengan gaya dunia hanyalah
goresan-goresan di atas kaleng bekas coca-cola.
Keramahanmu dijajakan
pula di pinggir jalan Malioboro.
Manusia-manusianya juga
bercanda ria dengan kehidupan
metropolitan yang penuh
dengan perlombaan dan kelicikan.
Wisata membayarmu dengan
kartu-kartu kredit, cek-cek dan
segala macam uang yang
kau anggap pengganti dewa lama.
Wahai Yogyakarta, maukah
kau menjadi kota dunia yang
hilang semua kehidupanmu
di masa muda ? Apakah kau merasa
rendah di antara manusia
kota ?
Yogyakarta 5.12.1992
No comments:
Post a Comment