Darah yang diperah
penggembala dari
dewa-dewi penjaga puri
kehidupan,
tumpah-ruah berceceran di
jalan
yang membuat riuh-rendah
kaum
jelata dan peminta-minta
seraya menengguk dan
meminumnya.
Mereka berteriak
memuja-muji dewa-dewi
yang mereka cintai :
" Hosana para dewa dan dewi !"
" Berjayalah dewa dan dewi !"
" Bersemilah dewa dan dewi !"
" Terpujilah dewa dan dewi !"
Dewa dan dewi yang selama
ini selalu
memberi mereka makan dan
minum sekarang
harus dipuja-puji, karena
esok hilang lagi.
Kembali pulang ke kandang
membawa mereka yang mati.
Cimanggis 25.1.1993
No comments:
Post a Comment