Tak pernah aku mengerti,
bayang-bayang
masa lalu kembali lagi
dalam kalbu untuk
mengajakku pergi mencari
identitas diri
yang hilang dimangsa usia
dewasa.
Masa kini tak pernah
mengerti masa lalu
yang bagian dari diri
ini. Maka, tetaplah
datang dan pergi ke dalam
hidup ini, karena
kami butuh terapi bagi
jiwa yang menggelombang.
Masa lalu menggores
hidupku dengan runcingnya
bambu yang dipetik dari
kumpulan batang yang
terombang-ambing angin
palsu, hingga membuatnya
tak selalu menentu di
tengah arah hidupnya.
Tak perlu aku cemburu
pada indahnya masa lalu
yang selalu mengganggu
hidupku yang semakin layu.
Cimanggis 7.2.1992
No comments:
Post a Comment