Hidup yang merongrong manusia membuat dirinya
melolong,
karena jiwanya yang
keropong tidak bisa berbohong pada
nurani yang selalu
meneropong, meskipun terus didorong
nikmat-nikmat kosong.
Manusia
terlongong-longong ketika hidupnya menodong,
menyuruhnya mengisi
kantong kosong dengan nafsu-nafsu
serong bila tidak ingin
diberondong dosa para cukong,
yang memeras dan
mencolong jerih payah manusia ompong.
Cimanggis 1992
No comments:
Post a Comment