Hari-hari semakin menjadi
tua kala sang panglima
perang kembali pulang
dengan menyandang darah dan
derita anak buahnya. Anak
buahnya yang tak pernah
membantah semua
perintahnya adalah orang-orangan
yang diajarkan untuk
menumpahkan angan-angannya ke dalam
gelas-gelas berisi uang
dan kedamaian yang akan
diminumnya bila
tertangkap lawan.
Hari-hari menjadi semakin
muda kala hamparan cerita tak lagi
beralur menuju pada
muaranya, karena pencerita dan tokoh-
tokohnya saling
mendahulukan keinginannya masing-masing.
Entah kisah dan lakon apa
lagi yang ingin mereka buat tanpa
peduli lagi pada alur
yang membentuknya. Hancurlah semua
cerita, karena cerita
ternyata tak bermakna lagi.
No comments:
Post a Comment