Wednesday, October 10, 2012

Secangkir Cinta

Oleh: Riva Julianto




Cinta yang kau seduh dalam secangkir kopi

tumpah mengenai perasaan dan nuraniku yang

tak pernah kucuci bersih.


Kesucian air pancuran tak pernah pula

memberinya kehormatan dan pengampunan.


Noda-nodanya seakan tak mau hilang

malah menantang dengan lantang

setiap cinta yang larut dalam

hitam kopi.


Baju bernoda hitam kopi cinta kubiarkan

teronggok dalam tempat pencucian,

dan kemudian kubakar perasaan

dalam perapian.


Cimanggis 14.6.1993

No comments:

Post a Comment