Cinta yang kau seduh
dalam secangkir kopi
tumpah mengenai perasaan
dan nuraniku yang
tak pernah kucuci bersih.
Kesucian air pancuran tak
pernah pula
memberinya kehormatan dan
pengampunan.
Noda-nodanya seakan tak
mau hilang
malah menantang dengan
lantang
setiap cinta yang larut
dalam
hitam kopi.
Baju bernoda hitam kopi
cinta kubiarkan
teronggok dalam tempat
pencucian,
dan kemudian kubakar
perasaan
dalam perapian.
No comments:
Post a Comment