Di kertas ini takkan bisa
kugoreskan penderitaan
sekelompok manusia yang
mencari nama hantuhan di
dalam pergolakan
kebingungan imannya.
Di kertas ini aku hanya
bisa mendapatkan kengerian dan keta-
kutan manusia pada
kebingungannya sendiri. Seorang kawan
bernama hantuhan menunggu
dengan setia di seberang dunia
makna. Ingin aku menemui
dan mengajaknya bercanda,
layaknya seorang kesepian
di tengah-tengah dunia maya dan
nyata. Tetapi tetap saja
ia tak mau menampakan
bentuk dan rupanya hingga
aku tak tahu apa jenis
kelaminnya.
Akhirnya kubuatkan ia
oase di padang pasir
sebagai fatamorgana
manusia yang kehausan.
Cimanggis 3.2.1993
No comments:
Post a Comment