Mahasiswa selalu bangga
pada apa yang
bisa diraihnya, tetapi
tak pernah berlaga
di medan yang penuh tanda
tanya ini. Tak
pernah pula ia didera
untuk menjadi peka
pada apa yang ada, karena
tak mau cari
sengsara katanya.
Mahasiswa adalah bunga
semboja yang sedap
dipandang mata yang juga
membawa derita
karena cuma hiasan makam
para raja berkuasa.
Keluhnya pun tak pernah
nyata hingga harus
diraba, apakah dari
sutera atau baja yang
melekat di jiwa ?
Idealisme bagian dari
raga yang terus
membara dalam jiwa muda
yang melewati
segala jera dan menembuas
penjara dan
negara yang akhisnya
harus sirna pula
seiring berkilaunya
permata dan indahnya
suasana.
Dirinya tak pernah
bertanya apa yang
sedang dicarinya, menjadi
kebanggaan
bangsa, keluarga, ataukah
harta ?
Depok 1992
No comments:
Post a Comment