Tak pernah diriku tentram
dalam panjangnya malam
yang sunyi dan sepinya
menemani kesendiriku kini.
Terus aku mencari
perempuanku yang telah pergi tanpa
pernah berhenti.
Di benak yang kalam
perempuanku mati. Diam tak bergumam. Tak
mau ia bicara lagi.
Jeritannya menusuk hati setiap
manusia malam yang
menggenggam alam.
Perempuanku adalah
kelinci yang siap diterkam rajawali dengan
kuku belati di kakinya.
Perempuanku adalah mangsa
yang tak pernah mau
memakai senjata untuk membela
dirinya, karena lemah
lembutnya seperti kelinci
yang ke sana ke mari
mencari perlindungan diri.
No comments:
Post a Comment