Tubuh kecil yang
menggigil kedingan
di malam bugil menangis
sambil
memanggil ibunya yang
terkucil
di antara yang batil.
Si kecil begitu mungil
hingga tak
tahu mana yang stabil dan
mana
yang stabil, karena
dialah
manusia kamil yang tak
kenal apa itu jahil.
Dialah pemberi andil
untuk masa
depan yang lebih adil,
karena
merengek minta dihapus
semua
tetek bengek yang
dianggap
molek untuk hidupnya yang
pendek.
Rengekannya tidak
bersambut
karena si kecil terlalu
lembut
untuk menyambut hidup yang penuh
maut, sehingga terlihat kecut
di mata orang-orang
berjanggut.
Kasihan si kecil, dirinya
hanyalah
permainan sang pengucil.
No comments:
Post a Comment