Terkantuk sebuah masalah
yang
tak mau juga jatuh ke
dalam peraduan.
Dengan lugu, ia maju ke
depan sekumpulan
orang sambil menjabat
tangan mereka yang
keheranan dibuatnya.
Dibagikannya dua buah
pengetahuan tentang
dirinya. Sebagian orang
yang menerimanya tampak
tenang, karena tahu
apa dimauinya. Sedangkan
sebagian lagi tampak
tegang dengan peluh yang
luluh membasahi kerutan
kehidupan di wajahnya.
Terperangah mereka dibuatnya.
Masalah selalu mendengar
gumam manusia yang tak mampu
memejamkan ketakutannya,
baik di kala siang maupun malam,
karena dunia masalah
belaka.
Cimanggis 30.8.1993
No comments:
Post a Comment