Terus terang bukan kami
ingin perang,
karena perang pikiran
murahan. Dibuangnya
rasa sayang yang
melindunginya dari kehancuran.
Semua harus diganyang
demi tenang yang ingin menang.
Terus dan teruslah
berperang. Jiwa yang lekang lekas
terbang meninggalkan
ampas perang di awang-awang.
Menang tak lagi
bergelimang. Kalah tak mau
menyerah. Semua pilihan
menerawang.
Alam menghadang berikan
ciuman.
Teman datang berikan
kehangatan.
Musuh menyerang beri
ucapan: Selamat Berperang.
Dengan perang kita jadi
siuman, bahwa perang
bukanlah akhiran yang
perlu dipegang.
Depok 1992
No comments:
Post a Comment