Di sebuah binatu kehidupan,
kulihat tumpukan
baju-baju birokrat,
konglomerat dan orang
melarat berbaur jadi
satu. Bau keringat
mereka merebak ke semua
penjuru dunia
hingga membuat manusia
merasa penat.
Baju birokrat tak perlu
dicuci seperti baju
masyarakat, tetapi cukup direndam
dalam
air pengabdian yang
bercampur sabun
pengampunan, kemudian
dibilas
dengan air pengorbanan.
Baju konglomerat harus
dicuci dengan mesin
cuci, karena efisiensi
waktu yang tidak
bisa ditangisi dan
diratapi dari hari
ke hari. Bahkan serat
kainnya pun
tak terasa tangan lembut
wanita.
Baju orang melarat
berserat guratan kekearasan
hingga harus dicuci oleh
tangan-tangan cekatan
di atas penggilasan, agar
keluar semua kejahatan
dari baju berlumpur
penderitaan.
Seandainya baju mereka tertukar
satu dengan yang lainnya,
akankah mereka mendapat
giliran
yang sama ?
Cimanggis 14.6.1993
No comments:
Post a Comment