Kubuatkan ia istana di
atas surga dengan
seluruh hulubalang,
dayang-dayang dan
bala tentaranya. Maka
jadilah ia raja
bermahkotakan
bintang-bintang di langit,
bersinggasanakan matahari
dan
berpermaisurikan bulan.
Ternyata, nafsu yang
terbelenggu dalam
jiwa adam memberontak
serentak dengan
jatuhnya hawa dalam
pelukannya.
Nafsu yang terus
beranak-pinak
menghimpun kekuatan
balasan,
sampai suatu waktu
dibunuhnya
diriku oleh raja adam
pilihanku.
Tuanku yang baru ternyata
tidak
setia padaku. Kuberi ia
kuasa alam
raya yang sempurna,
tetapi malah
ditusuknya aku dengan
senjata
kebaikan dan kekekalanku
sendiri.
Ingin ia menyamaiku
rupanya.
Cimanggis 20.2.1993
No comments:
Post a Comment