Oleh: Riva Julianto
Kasih, beri aku sedikit cahaya untuk melihat rupa
Kasih, beri aku sedikit cahaya untuk melihat rupa
hati yang sedang sengsara ditikam senjata rasa.
Kasih, jiwa dan ragaku terasa perih saat kau
tak lagi bersih dari selubung dusta kata
yang hanya fatamorgana.
Kasih, seandainya kau tahu bahwa kita memadu
sesuatu yang tak tentu yang orang bilang madu
tetapi bagiku hanya empedu.
Kasih, kesahku yang tumpah tak mau menjadi lumrah
karena hati sudah parah oleh pekatnya amarah.
Kasih, bagiku kau adalah benih
bagi tubuh-tubuh ringkih,
bagi rasa yang menyerpih lirih,
bagi nuansa yang tak lagi jernih.
No comments:
Post a Comment